Heboh! Tubuh atlet renang PON XIX Jabar 2016 disensor, ini tanggapan KPI


Dunia maya dihebohkan dengan sensor yang menimpa atlet cabang renang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat. Beredar di media sosial, terlihat cuplikan tayangan yang menampilkan tubuh atlet renang putri disensor alias diblur.

Hal itu dilakukan lantaran pakaian renang yang digunakan atlet tersebut terlalu minim, namun netizen menilai sebaliknya. Menurut netizen, tidak ada unsur pornografi dalam cabang olahraga renang tersebut.

Foto-foto cuplikan tayangan tersebut disebar oleh akun jejaring sosial Twitter @arifrahman0909.

“Btw ini atlet papua. Peraih juara di asia juga kalau gak salah. Gimana kalau doi ngelihat tv badannya disensor2 gini,” kicau @arifrahman0909 mengomentari foto yang diunggahnya.

Gara-gara sensor atlet renang tersebut, banyak netizen menyalahkan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “Cabang renang pon cewe di blur ini beneran? Ahelah KPI,” kicau akun @adhmosatya.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPI gerah dan angkat bicara lewat akun Twitter @KPI-Pusat.

 Berikut klarifikasi dari KPI:

1. Terkait screenshoot tayangan di salah satu stasiun TV yang menampilkan seorang perempuan berpakaian renang di pinggir kolam yg diblur, …

2. … maka bersama ini KPI merasa perlu memberikan beberapa penjelasan.

3. Belakangan beredar sec viral screenshoot tayangan TV yg menampilkan seorang perempuan berpakaian renang (diblur) dg title “PON XIX Jabar”

4. Blur pada tayangan tsb dilakukan oleh Lembaga Penyiaran (LP) itu sendiri, bukan atas perintah KPI.

5. Saat ini KPI sedang melakukan verifikasi, agar mampu memberikan penjelasan kepada publik maupun pengarahan kpd LP secara komprehensif.

6. Verifikasi yg dilakukan, a.l: lokasi pengambilan gambar di kolam renang perlombaan/kolam renang hotel?; …

7. … apa konteks perekaman gambar, lomba atau wawancara? dll.

8. Jika pengambilan gambar dilakukan di kolam renang hotel dan dalam konteks wawancara, maka apa yang dilakukan LP tsb kurang etis.

9. Seharusnya proses produksi tidak dilakukan dengan cara merekam orang berpakaian renang, kemudian melakukan blur.

10. Bukankah proses pengambilan gambar bisa dilakukan, dengan terlebih dahulu meminta subyek memakai handuk?

11. Jika terkait perlombaan renang, LP masih dapat melakukan pengambilan gambar tanpa harus melakukan blur, …

12. … namun secara teknis perlu dilakukan dengan baik, sehingga tidak terkesan melakukan eksploitasi tubuh, khususnya perempuan.

13. Misalnya teknik long shoot dengan merekam semua peserta lomba renang, sehingga fokusnya adalah lomba bukan fisik/tubuh peserta lomba.

14. Berbagai masukan publik terkait kegiatan penyiaran, akan mjd bahan pertimbangan KPI dlm membuat keputusan untuk disampaikan pada LP, …

15. … dengan tetap didasarkan pada regulasi yang ada. Karena setiap keputusan KPI akan menjadi yurispudensi bagi LP kedepan.

16. Prinsipnya KPI tidak ada niatan mengekang semangat pemberitaan maupun kreativitas tim produksi dalam membuat tayangan, …

17. … namun harus dihindari adanya eksploitasi tubuh, khususnya perempuan, dalam berbagai tayangan.

18. Demikian penjelasan yg dpt kami berikan. Selamat berkumpul dg keluarga. Terima kasih atas kepedulian atas tayangan yg sehat.

KPI Tidak Perintahkan Penyamaran Gambar (Blur)

(Tribunnews)


What's Your Reaction?

OMG OMG
0
OMG
Sedih Sedih
0
Sedih
Bahagia Bahagia
0
Bahagia
Marah Marah
0
Marah
Jijik Jijik
0
Jijik
EGP EGP
0
EGP
Suka Suka
0
Suka

Heboh! Tubuh atlet renang PON XIX Jabar 2016 disensor, ini tanggapan KPI