Heboh

Mulai 1 Oktober, tak punya e-KTP tidak bisa menikah

Pemerintah menghimbau warga segera merekam data e-KTP

Pemerintah menghimbau warga segera merekam data e-KTPDosen ini Ganti Nama Jadi 'ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ' di KTP nya

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menetapkan bahwa 30 September 2016 menjadi batas akhir bagi masyarakat merekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTPSegera daftar e-KTP, KTP reguler dinonaktifkan awal Januari 2016).

Jika tidak, maka data kependudukan warga tersebut akan dihapus dari database Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri.

Alhasil, warga banyak kehilangan hak pelayanan saat mengurus seusatu yang mewajibkan dengan kartu penduduk. Contohnya dalam pengurusan nikahBatal Menikah karena Pasangan Gagal Tes Matematika, BPJSIbu tua, BPJS dan uang 12 ribu rupiah, pengurusan SIMSudah ada surat keterangan hilang SIM dan STNK, Polisi ini tetap minta 200 ribu, izin usaha, mendirikan bangunan, pengurusan pendidikanSampai Sebegininyakah Bobroknya Pendidikan Di Indonesia?, perbankan dan sebagainya.

“Untuk itu warga yang belum merekam, segera merekam data untuk kartu penduduk elektronik (e-KTP),” ujar Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh di HotelTindak kejahatan semakin banyak karena orang baik memilih untuk tidak peduli Aston, TB Simatupang, JakartaHabib Rizieq 'berfoto' bareng dengan Ahok di hari pelantikannya, Kamis, 18 Agustus 2016..

Zudan memastikan, akses mudah bagi masyarakat yang ingin merekam data kependudukan elektronik itu. Bila kelurahan tempat warga tersebut mengalami kendala, kebabisan blanko misalnya, atau prosesnya dirasa cukup lama, masyarakat kata Zudan, bisa langsung datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Bisa datang langsung ke dinas. Tidak dipungut biaya untuk pelayanan masyarakat ini.” (Edwien Firdaus /Viva.co.id)


Most Popular

To Top
Pilihan buat kamuclose